"Traffic pengunjung dan popularity web anda bisa semakin cepat dan tak terbatas...? Saya punya triknya. Saya akan melakukannya untuk anda GRATIS...! Ga yakin? Silahkan Klik disini-1 dan disini-2"

Tuesday, October 18, 2011

Bekerja di Kapal Pesiar - Persiapan Mental


Cruiseholic - Persiapan mental merupakan salah satu faktor yang perlu dipertimbangkan sebelum memutuskan untuk bekerja di kapal pesiar. Pada umumnya orang hanya memandang bekerja di kapal pesiar itu dari sisi ‘gemerlap’ saja semisal banyak uang dan bisa keliling dunia secara gratis sehingga faktor mental kurang diperhatikan. Akibatnya tidak sedikit yang harus pulang (bahkan dipulangkan) sebelum waktunya entah itu karena tidak bisa survive dengan kerasnya ‘kehidupan’ di kapal atau bisa juga karena faktor2 non-teknis lainnya. Beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dan dipersiapkan sebagai berikut:
1. Penyakit homesick.
Anda perlu bertanya dulu pada diri sendiri, apakah termasuk orang yang mengidap homesick parah. Faktor ini kelihatan sepele tetapi ketika sudah berada di kapal, penyakit homesick ini bisa mempengaruhi mental sehingga performance kerjapun menjadi turun. Kerja di kapal pesiar memerlukan konsentrasi dan mobilitas yang tinggi, ceria dan selalu tersenyum. Kontrak di kapal pesiar lamanya bervariasi antara enam sampai 10 bulan. Perusahaan tentunya tidak ingin punya staff member yang selalu murung karena rindu ingin bertemu keluarga, pacar dll.

2. Pengendalian Emosi/Marah.
Jika Anda termasuk golongan yang sukar mengendalikan emosi dan marah maka sangat dianjurkan untuk belajar extra keras sehingga bisa sedikit berkepribadian calm. Bekerja di kapal pesiar sangat menguras energi dan benturan2 sosial sesama pekerja tidak bisa dihindarkan. Perkelahian sesama staff member sangat tidak bisa ditoleransi di kapal dan faktor perkelahian masih menjadi alasan nomer satu dipulangkannya beberapa pekerja di kapal pesiar. Bisakah Anda tetap calm misalnya jika ada seseorang bersumpah serapah dan menuduh Anda mengambil peralatan kerjanya, misalnya?

3 . Kemampuan adaptasi.
Crew member di kapal pesiar berasal dari berbagai negara sehingga kita dituntut untuk bisa beradaptasi dengan mereka. Beberapa crew dari negara tertentu ada yang memang dari sononya sudah bermental rasial dan pembawaannya kasar. Disinilah harus jeli dalam melihat karakter mereka dan secepatnya menyesuaikan diri karena jika tidak, bisa menyulut suasana kerja yang tidak harmonis.

4. Lampu kuning bagi yang suka minum.
Ini juga sangat perlu diperhatikan terutama bagi yang memang hobby minum minuman beralkohol. Sebagian besar perkelahian disebabkan karena tingkah2 para pemabuk ndeso yang biasanya minum2 di pos kamling di desa. Sebisanya jangan sampai terjebak terlalu jauh dengan dunia alkohol dan harus tahu batas kemampuan diri.

5. Hilangkan mental priyayi.
Yang perlu selalu diingat adalah Anda berada di kapal itu untuk bekerja dan bukan sedang liburan atau jalan-jalan. Aturlah otak sehingga otomatis di setting ke dalam buruh mode alias pekerja kasar mode. No matter bagimana status sosial anda di rumah, saat dikapal semua crew member adalah sama secara sosial dan dibedakan berdasarkan jabatan dan posisi masing2.

6. Physically fit.
Last but not least adalah persiapan fisik. Kerja di kapal pesiar menuntut jam kerja yang panjang sehingga kemampuan fisik menjadi faktor yang utama. Selain olahraga yang teratur, melakukan medical check up yang lengkap juga dianjurkan untuk mengetahui secara menyeluruh kondisi kesehatan. Misalnya, tentu akan tidak nyambung jika anda mengidap motion sickness/mabuk laut lalu ngotot untuk kerja di kapal.

Setelah faktor2 diatas dipersiapkan dengan baik maka tahap berikutnya adalah mempersiapkan faktor2 teknis dalam rangka berburu kesempatan bekerja di kapal pesiar. Apa saja itu? klik postingan Persiapan Teknis.

No comments:

Post a Comment

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...